Kinerja Meningkat, GRP Optimistis Raih Laba Bersih USD 54 Juta

Salah satunya struktur kapital, seperti perbaikan rasio debt to equity per triwulan ketiga 2021 menjadi 0,46 kali dari sebelumnya 0,51 kali, perbaikan interest coverage yang sejalan dengan peningkatan EBITDA, dan penurunan hutang bersih (net debt).
Sementara untuk performa operasional, imbuhnya, hingga triwulan ketiga 2021, GGRP memproduksi baja curah (crude steel) 430 ribu ton atau meningkat 27,7% pada periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan juga mencatatkan penurunan volume produksi dan volume penjualan 12,7% dan 26,2%.
“Penurunan ini terkait strategi Perseroan dalam melakukan kontrol ketat dan selektif terhadap penetapan harga beli bahan baku dan harga jual barang jadi, guna memaksimalkan profitabilitas,” kata dia.
Sementara, direksi GRP Harianto menjelaskan mengenai progres transformasi digital perseroan.
Antara lain berupa implementasi sistem ERP SAP serta penandatanganan kerjasama dengan HR cloud based software, Darwinbox.
“Selain itu, GGRP juga terus berkontribusi pada komunitas sekitar, melalui program GRP Peduli,” kata Harianto.
Harianto juga memaparkan beberapa tesis pertumbuhan dan rencana investasi di mana pada 2022, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,9% oleh IMF, yang melampaui pertumbuhan ekonomi dunia 4,9%.
GRP juga beromitmen terhadap inisiatif hijau atau ESG dan mendukung pemerintah dalam tujuan perkembangan berkelanjutan.
- CBD PIK2 Buyback Saham Rp 1 Triliun, Laba Melejit Hampir 60%
- Menjelang Spin Off, BTN Syariah Panen Penghargaan
- Elitery Catat Pertumbuhan Positif di 2024, Pendapatan Meningkat 50%
- Januari 2025, Laba Bersih BNI Tumbuh Capai Rp1,63 triliun
- BSI Cetak Laba Bersih Rp 7,01 Triliun di 2024, Tumbuh 22,83% Secara Tahunan
- Pertamina Membukukan Laba Bersih USD 2,66 Miliar hingga Oktober 2024