Kiprah Retno Iswari; Mengajar dan Berbisnis Kecantikan hingga Usia 71 Tahun
Awalnya Sukses Obati Jerawat dengan Racikan Sendiri
Kamis, 24 Februari 2011 – 08:36 WIB

Retno Iswari Tranggono mengembangkan produk kosmetik Ristra berbasis ilmu medis. Foto: Dok. Pribadi for Jawa Pos
Naik ke lantai 2, ruang dipenuhi berbagai produk kosmetik. Semuanya merupakan racikan sendiri. "Bahan kosmetik yang dibikin di sini sudah melewati tahap-tahap pengujian dan penelitian. Kebetulan, di tempat ini kami punya laboratorium sendiri," tutur Retno kepada Jawa Pos sambil memperlihatkan aneka produk kosmetik buatan sendiri itu.
Aneka produk kosmetik tersebut ditata dengan sangat rapi. Warna kemasan produk untuk setiap kategori usia pun dibedakan. Kemasan kosmetik untuk usia remaja didominasi warna oranye. Untuk usia produktif (25?50 tahun), kemasan produk didominasi warna hijau. Sedangkan untuk usia di atas 50 tahun, kemasan berwarna cokelat.
Di tangan Retno, gerai kecantikan itu kian berkembang. Bahkan, kini dia sudah punya cabang di sejumlah kota di Indonesia. "Terjauh, gerai Ristra berada di Jayapura. Next, kami membangun gerai baru di Medan," ungkap perempuan kelahiran Jakarta, 17 November 1939, tersebut. Sebagian besar usaha itu berkembang lewat sistem franchise atau waralaba. Gerai itu, antara lain, tersebar di Bandung, Purwokerto, Bogor, Bangka, Jogjakarta, Samarinda, Solo, dan Bengkulu.
Jika Retno akhirnya menggeluti dunia kecantikan, itu bukan sesuatu yang tiba-tiba. Itu tidak lepas dari latar belakang pendidikannya sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin di FK UI. "Saya lebih tertarik mendalami segala sesuatu yang berhubungan dengan kulit dan kecantikan," ujar perempuan yang juga menjabat presiden direktur PT Ristra Indolab, pengelola Grand House of Ristra, tersebut.
Nama dr Retno Iswari Tranggono SpKK di dunia kecantikan tanah air tidaklah asing. Sebagai dosen, dia termasuk pendiri bagian bedah kulit dan kosmetologi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara