Kirim SMS ke Bos Sritex, Dijerat UU ITE
Rabu, 10 Juli 2013 – 01:01 WIB
JAKARTA - Maksud hati memberi teguran, tapi malah jadi kerepotan. Itulah yang dialami Anthon Wahju Pramono, seorang notaris di Solo yang menjadi tersangka karena mengirim layanan pesan singkat (SMS) bernada ancaman ke pengusaha ternama yang juga bos PT Sritex, HM Lukminto.
Kini, Anthon menyandang status tersangka. Lukminto yang tak terima dengan SMS kiriman dari Anthon, melapor ke polisi. Hanya saja dalam laporan ke polisi, Lukminto menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE). Anthon pun dijerat dengan pasal 29 juncto pasal 45 ayat (3) UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Rencananya, sidang perdana kasus itu akan digelar pada Kamis (11/7) besok di Pengadilan Negeri Solo. Untuk menghadapi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) besok, Anthon sudah menggandeng Hotma Sitompoel dan Agustinus Hutajulu sebagai penasihat hukum.
Menurut Agustinus, kliennya dan Lukminto sebenarnya pernah menjadi mitra bisnis. Tapi tak ada asap tanpa api. Dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (9/7), Agustinus mengungkapkan, kliennya menganggap Lukminto sudah bersikap keterlaluan dalam pergaulan.
JAKARTA - Maksud hati memberi teguran, tapi malah jadi kerepotan. Itulah yang dialami Anthon Wahju Pramono, seorang notaris di Solo yang menjadi
BERITA TERKAIT
- ABPPTSI Mengadu ke Mendiktisaintek, Banyak Masalah Serius
- Honorer yang Sulit Daftar PPPK Tahap 2 Bisa Praktikkan Solusi MenPAN-RB
- PT KSEI Gandeng Yayasan Felix Maria Go Bagikan Susu dan Biskuit Bergizi di NTT
- Menteri Impas: 16 DPO Internasional Ditangkap Sepanjang 2024
- Waka MPR Sebut Layanan & Kualitas Kesehatan Masyarakat Harus Direalisasikan
- Dukung Penanaman Pohon di Hulu Sungai Ciliwung, Pertamina: Memiliki Manfaat Besar