Kiriman Sukhoi TNI AU Tertunda
Sabtu, 05 Desember 2009 – 00:02 WIB
JAKARTA - Rencana penambahan tiga pesawat Sukhoi baru dari Rusia tertunda. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Bambang Soelistyo mengungkapkan jadwal semula pengiriman jet tempur itu dilakukan pertengahan bulan ini dan bulan depan. "Tertunda menjadi sekitar Oktober 2010," katanya di Jakarta, Jumat (4/12). Pesawat yang dimiliki TNI-AU saat ini 228 buah dan meliputi berbagai jenis. Sedangkan yang kondisinya siap terbang hanya 94 pesawat atau 41,69 persen yang bisa dioperasikan dengan baik. Selebihnya tak lagi berdaya karena usia pesawat sudah tua. Misalnya OV-10 Bronco dan A-4 Skyhawk yang sudah tidak digunakan.
Marsekal bintang satu itu menjelaskan, tertundanya kedatangan tiga Sukhoi tersebut dikarenakan masalah administrasi. "Ada rincian-rincian detail yang penjelasannya agak rumit," ujarnya. Perwira tinggi asal Jogjakarta itu menjelaskan, tiga Sukhoi yang akan tiba itu adalah jenis Su-27SKM. Jika dikirim secara bersama-sama, TNI AU berharap sebelum Oktober 2010. "Operasionalnya segera dilakukan setelah pesawat siap," imbuhnya.
Pada 2003 Indonesia membeli dua Sukhoi jenis SU-30MK dan dua SU-27SK. Kemudian Dephan membeli lagi enam pesawat Sukhoi pada 2007 senilai USD 300 juta atau sekitar Rp 2,85 triliun. Enam Sukhoi yang dibeli itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga jenis SU-27SKM. Tiga Sukhoi SU-30MK2 telah tiba pada Desember 2008 dan Januari 2009 dan sudah berada di Skuadron 11 Sukhoi Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca Juga:
JAKARTA - Rencana penambahan tiga pesawat Sukhoi baru dari Rusia tertunda. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Bambang Soelistyo mengungkapkan
BERITA TERKAIT
- JADE Hadirkan Inovasi Teknologi Praktik Kedokteran Gigi
- KPK Sebut Paman Birin Mangkir dari Pemeriksaan
- Pj Gubernur Agus Fatoni Terima Anugerah Sahabat Pers Award dari SPS Sumut
- Kejagung Sudah Sita Aset Hendry Lie, Nilainya Puluhan Miliar
- Dilaporkan APDESI Tangerang, Said Didu Dikawal Masyarakat Penuhi Panggilan Polisi
- Indonesia Re Dukung Pengembangan SDM Industri Asuransi lewat Executive Training