Kisah 2 Polwan Cantik Bripda Debi & Bripda Khalda, Awalnya Takut

"Kalau sukanya kami punya keluarga baru, ya, dalam tim, dalam polisi kami punya tim. Timnya itu enggak dari polisi, Satpol PP, dan Damkar dan biro umum," kata keduanya sembari tersenyum.
Sebagai manusia biasa, keduanya mengaku awal mula dipercayakan menjadi tim pemulasaraan memiliki rasa takut.
Namun, karena keduanya diberi bekal oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta bagaimana cara memulasarakan jenazah. Walakin, keduanya bisa menjalankan dengan ikhlas dan perasaan bangga.
"Perasaan awalnya takut, karena enggak tahu, tetapi ada pelajaran dari Dinkes juga. Awal takut namanya melihat mayat gak pernah ngurusin," kata Khalda dan Debi.
Paling mengharukan melihat pihak keluarga yang terlibat mengurusi jenazah Covid-19.
"Kami sedih dengan maksud melihat mereka enggak bisa ikut," ujar Debi.
Situasi seperti itu secara tidak langsung memberikan amanat kepada masyarakat akan bahaya Covid-19.
"Saya harus bilang ke masyarakat, ini jenazah Covid-19. Jangan sampai kalian seperti ini," tutur Debi.
Dua Polwan Cantik Bripda Debi dan Bripda Khalda sempat dijuluki 3 Malaikat bersama Ipda Rina. Seperti apa ceritanya.
- Arus Balik Lebaran Meningkat, Tol Semarang-Batang Terapkan Contraflow
- Arus Balik Lebaran, Jalur Nagreg Menuju Bandung Dipadati Kendaraan pada Kamis Malam
- 18 Mobil Terbakar di Banjarbaru, Kok Bisa?
- Berita Terbaru dari Polda NTT Perihal Kasus Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Lukman
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Tujuh Napi Kabur dari Lapas Sorong, Polisi Bentuk Tim Buru Pelaku