Kisah Agus, Sopir Truk yang Akhirnya Bertemu Presiden Jokowi

Seusai pertemuan, Jokowi langsung memerintah Wakapolri memberantas praktik itu. Bukan hanya terhadap preman lokal, tapi juga aparat yang nakal. Dia mengakui, aksi pemalakan yang berdampak pada naiknya cost distribusi sudah tidak bisa ditoleransi. ”Disikat saja semuanya,” tegas Jokowi.
Wakapolri Syafruddin mengatakan, pihaknya perlu mengecek dulu laporan itu. Khususnya terhadap pemalakan yang dilakukan aparat. Sepengetahuannya, praktik tersebut sudah lama ditinggalkan kepolisian.
”Mereka juga jijik lah mau pungli-pungli yang Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, sekarang. Remunerasi besar sekarang polisi itu. Lebih dari gajinya,” ujar dia.
Namun, jika di lapangan masih ditemukan, jenderal bintang tiga tersebut memastikan melakukan pemecatan. Dia juga mempersilakan sopir truk ataupun masyarakat merekam jika ada polisi yang masih melakukan pungli.
”Silakan videokan para polisi yang ada di jalan. Ini perintah saya ya. Saya langsung pecat. Begitu ada videonya benar, kita pecat hari itu. Telanjangin dia. Keras sekali kita,” tandasnya.
Karena itu, Syafruddin juga meminta Kapolda di daerah terkait segera melakukan penertiban. Jika ada yang main-main, pihaknya tidak segan-segan mencopot Kapolda. (far/c9/ttg)
Jalan kaki menempuh 729 kilometer dari Mojokerto selama 23 hari, Agus Yuda, seorang sopir truk, akhirnya bertemu Presiden Jokowi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Tangkap 8 Pelaku Pemalakan Sopir dan Pemudik, Polres Cianjur Amankan Sajam
- Pelaku Pungli yang Kerap Meresahkan Pengendara di Pintu Tol Keramasan Ditangkap
- Polisi Tangkap Pelaku Pemalakan di Simpang Macan Lindungan Palembang
- Polisi Amankan 2 Pelaku Pungli di Pintu Keluar Tol Keramasan
- Menggelapkan Barang Perusahaan, Sopir di Ogan Ilir Ditangkap
- Viral Pemalakan Berujung Perusakan Kendaraan di Bandung, Begini Akhirnya