Kisah Bos Law Firm Saleh and Partners dari Pengamen Jadi Pengacara Kawakan

Saleh memiliki kelak nanti bisa menerbitkan 30 buku secara bertahap untuk menjadi referensi para pengacara muda.
"Mimpi saya kelak bisa menerbitkan minimal 30 buku secara bertahap, ini karena banyaknya perkara yang kita tangani di kantor yang bermacam-macam. Yang kita tulis berangkat dari pengalaman penanganan perkara yang sudah selesai. Misal, kita sering sidang di MK maka studi kasus-kasus di sidang MK kita jadikan buku," ujarnya.
Kepuasan Saleh tidak sampai disini. Ia berpesan kepada pengacara muda untuk terus berkarya, gigih, belajar dari pengalaman, serta ikuti proses yang ada dan jangan cepat berpuas diri.
"Jadi segala sesuatu dalam dunia lawyer tidak bisa kemudian instan, segala sesuatunya butuh proses. Proses itu yang mengantarkan kita menjadi pribadi lawyer yang tangguh, tahan banting, dibanting sekali bangun tiga kali dan itu akan terlihat di persidangan."
"Mana lawyer yang berproses dengan benar, mana yang lawyer modelnya instan itu akan kelihatan dari cara bertanya, cara menguasai materi, cara berkomunikasi, cara bersikap dan oleh karena itu pada teman-teman lawyer muda harus setia dengan proses," tutup Saleh. (dil/jpnn)
Saleh and Partners, salah satu Law Firm di Jakarta mendapat penghargaan sertifikat di ajang bergengsi Top 100 Indonesia Law Firm 2023 dari Hukumonline
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak
- Febri Ditarget KPK Setelah Jadi Pengacara Hasto, Forum Advokat Indonesia Ungkap Kecaman
- 8 Organisasi Advokat Desak KPK Hentikan Kriminalisasi terhadap Febri Diansyah
- Usul Advokat soal RKUHAP: Larangan Mempublikasikan Sidang Tanpa Izin Pengadilan
- Andrea Dorong RUU KUHAP Pentingkan Perlindungan HAM melalui Peran Strategis Advokat
- Juniver Girsang Sebut Hak Imunitas Jadi Kabar Gembira untuk Advokat