Kisah Bu Rasmi, 21 Tahun Berstatus Honorer K2 Tenaga Administrasi
Selasa, 12 November 2019 – 17:07 WIB

Rasmi Agustira Komariah (kedua dari kiri), merupakan tenaga honorer K2 di Kota Samarinda. Foto: istimewa for JPNN.com
Meski begitu, Rasmi juga tidak puas dengan hasil seleksi CPNS 2013 jalur honorer karena nilainya tidak dipaparkan. Padahal saat itu untuk pelamar umum, nilai tesnya dibuka ke publik.
Honorer K2 di Kota Samarinda mencapai 558 orang. Setelah dikurangi yang lulus CPNS 2018 dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) tahap I Februari 2019, masih tersisa kurang lebih 430 orang.
"Yang diangkat CPNS tahun lalu usia di bawah 35 tahun dan semuanya guru. Begitu juga seleksi PPPK semuanya guru. Sedangkan kami yang tata usaha/administrasi tidak ada formasinya. Termasuk dari instansi lain juga belum bisa mengikuti tes karena formasi tidak ada," tandasnya. (esy/jpnn)
Pemerintah tampaknya tidak memberikan perhatian kepada honorer K2 tenaga administrasi, meski selama ini tenaganya juga dibutuhkan.
Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad
BERITA TERKAIT
- Ketua K2 Palembang Desak Menpan-RB Kaji Ulang Penundaan Pengangkatan CASN
- Honorer K2 Adukan Masalah Rekrutmen PPPK 2024 ke Komnas HAM, Semoga Didengar Prabowo
- Usulan Honorer R2/R3 Mengisi DRH PPPK Sudah Masuk, Semoga Jadi Kado Ramadan
- BKN Minta Instansi Gercep Urus Pemberkasan NIP Peserta Lulus Seleksi ASN
- Simak Kalimat Apen saat Demo Honorer R2-R3, Bagaimana Pendapat Anda?
- 5 Berita Terpopuler: PPPK Bisa Nikmati Kenaikan Gaji Berkala hingga Pensiun, Honorer K2 Teknis Juga Minta Diangkat PNS