Kisah Budi Djatmiko Selamat dari Kecelakaan Maut
Langsung Jalan karena Yang Terjepit Cuma Sepatu
Kamis, 10 Juli 2008 – 09:41 WIB

Budi Djatmiko
”Waktu dher-nya (suara benturan), terasa begitu cepat. Saya seperti tertidur, nggak terasa apa-apa. Karena itu, sampai sekarang, saya jadi nggak trauma (sekalipun nyaris kehilangan nyawa),” ungkap Budi.
Meski terjepit sedemikian rupa, tak sedikit pun ada kucuran darah dari tubuh Budi. Kecuali nyeri di bahu kirinya, Budi juga tak merasakan sakit sedikit pun. Dalam kondisi demikian, dia bahkan sempat menelepon ke kantor dan rumahnya. ”Saya pinjam HP dari orang-orang yang menolong saya,” katanya.
Setelah menelepon kantor dan rumahnya untuk mengabarkan bahwa dirinya selamat, Budi juga berusaha keluar sendiri dari jepitan bodi mobilnya yang ringsek. ”Saya memang nggak mau ditolong karena bahu saya terasa sakit,” ujarnya.
Budi hanya minta tolong agar orang-orang yang mengerumuninya melepaskan sepatu yang dia kenakan. ”Sebab, ternyata, yang terjepit cuma sepatu saya. Begitu sepatu itu dilepas, saya sudah bisa keluar,” beber Budi. Dia akhirnya dapat keluar dari lubang jendela sebelah kanan.
Setelah dapat keluar dari jepitan bodi mobilnya, Budi bahkan mampu berjalan biasa. Sebab, memang tak ada sedikit pun tulang tubuhnya yang patah, retak, atau memar. Orang-orang yang menolongnya pun sampai tercengang-cengang. ”Mereka sampai tanya, lho, Anda masih hidup, toh,” ujar Budi, agak geli.
Namun, bukan hanya orang-orang tersebut yang heran. Budi sendiri merasa takjub. Dia sama sekali tak menyangka, umurnya masih dipanjangkan oleh Yang Mahakuasa. ”Ya, hanya Allah yang tahu. Allah melindungi saya supaya hidup. Alhamdulillah, Allahu Akbar,” ucapnya berkali-kali. (el)
Seperti mukjizat, salah seorang korban kecelakaan truk yang remnya blong hingga mengakibatkan enam korban tewas di Purwodadi, Pasuruan, Jatim, selamat.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara