Kisah Hayam Wuruk di Kalimantan
Selasa, 22 Januari 2019 – 11:23 WIB

Ilustrasi. Foto: Jawapos.com/JPNN
Tapi, jika kalah, kepala si penantang akan ditetak habis oleh raja.
Kabar itu beredar dari mulut ke mulut. Tak ada yang berani meladeni. Tak terbayang kepalanya akan habis ditetak.
Berselang waktu, seorang anak muda tak berbapak—begitu dalam hikayat—meminta restu ibunya menyanggupi sayembara sang raja.
Alangkah gemetar si ibu. Apalagi, itu anak satu-satunya. Lemah-lemah persendiannya membayangkan kepala anak kesayangannya dipenggal mata pedang raja.
Cerita ini didulang dari kisah rakyat Kalimantan Barat. Bahwa Hayam Wuruk adalah gelar pemberian raja mereka.
BERITA TERKAIT
- Anggota TNI Penembak 3 Polisi di Way Kanan Terancam Dipenjara Sampai Mati
- Info Terbaru dari Kasus Sabung Ayam di Way Kanan: 1 Polisi jadi Tersangka
- Habiburokhman: Tersangka Penembak 3 Polisi di Lampung Harus Jelas & Segera Diekspos
- Dawam Bicara soal Isu Setoran Judi Sabung Ayam di Way Kanan
- 4 dari 13 Polisi Melihat Oknum TNI Berbuat Ini di Arena Sabung Ayam Way Kanan
- Kapolda Bilang Isu Setoran Judi Sabung Ayam Hanya Asumsi tanpa Bukti