Kisah Para Pengibar Sang Merah Putih di Melbourne

"Saya sangat bangga dan bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk mengibarkan bendera apalagi di negeri orang lain," akunya. "Apalagi tidak semua orang memiliki kesempatan itu dan alhamdulillah saya bisa gunakan kesempatan dengan baik."
Ketakutan terbesar bagi para pasukan pengibar bendera adalah bendera yang terbalik saat dibentangkan, bendera tidak bisa dinaikkan karena ada gangguan pada tali tiang bendera, atau ada salah langkah dan gerakan saat baris-berbaris.
"Ada beberapa diantara mereka yang pernah tergabung dengan Paskibra sebelumnya, tetapi kebanyakan belum pernah mengikuti pelajaran baris berbaris," ujar Gongo Susanto, salah satu pelatih Paskibra KJRI Melbourne.
Tetapi Gongo menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan yang harus diambil.
Gongo mengaku kalau kebersamaan menjadi kunci utama kesuksesan anggota Paskibra dalam menjalankan tugasnya.
"Kesulitannya adalah ketika harus melatih mereka agar kompak," jelasnya. "Kita melatih dari dasar baris berbaris, kita memang mengalami sedikit kesulitan karena banyak dari mereka yang belum punya pengetahuan dasar soal baris berbaris."
Setelah baris berbaris mereka kemudian berlatih membentuk barisan atau formasi, latihan berjalan, dan tentunya berlatih mengibarkan bendera.
12 mahasiswa dan mahasiswi asal Indonesia terpilih menjadi pasukan pengibar bendera, atau PASKIBRA. Ada ketegangan saat bertugas... tapi memberikan
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana