Kisah Pelajar di Australia: Jangan Takut Untuk Menjelajahi Dunia Baru

Dari rekomendasi seorang teman, Willemijn akhirnya berangkat ke kota Brisbane. dan belajar bahasa Inggris di Institute of Continuing & TESOL Education milik University of Queensland menjadi pilihannya.
"Seminggu sebelum berangkat, saya jadi ingin mengurungkan niat ke luar negeri. Banyak pertanyaan dalam benak dan saya takut," katanya.
"Akan seperti apa orang-orang disana? Apakah universitas akan jadi hal yang menyenangkan? Dan yang terpenting, bagaimana saya bisa mengurus diri saya sendiri? Ini akan jadi yang pertama kalinya."
Tapi perlahan ketakutan dalam dirinya mulai berangsur hilang.
"Saat saya tiba di Australia, saya merasa bahagia karena mengambil keputusan datang kesini. Saya merasa beruntung," ujarnya.
"Di kelas, saya memiliki teman-teman dari berbagai penjuru dunia, dengan budaya yang berbeda, makanan yang berbeda, dan pengalaman yang tentunya beragam. Mereka sudah lebih dulu sekolah disana, tapi mereka mengajak saya dan sejak saat itu saya selalu memiliki waktu yang menyenangkan," ujar Willemijn. Di kelasnya ada murid-murid yang berasal dari Kolombia, Cile, Ekuador, Perancis, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Peru, dan Thailand.
Willemijn Jongman adalah mahasiswi asal Belanda yang memillih Australia sebagai kota tujuan belajarnya. Awalnya ia merasa takut, tapi belakangan
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia