Kisah Saidah, Janda si Guru Mengaji, Hidupi 8 Anaknya

Anak kedua bernama Jumain (22) saat ini juga sedang menempuh pendidikan di Samarinda mengambil jurusan peternakan.
Jumain juga mendapatkan biaya kuliah dari beasiswa bidik misi. Anak yang ketiga bernama Deden (20), keempat Udin (18), kelima Ahmad Muradi (16) saat ini harus putus sekolah.
“Bukannya tidak dapat (bantuan), tetapi lambat. Sudah mereka berhenti, baru bantuan itu datang,” ujarnya. Kini mereka bekerja sebagai tukang bangunan.
Sedangkan Sri Ardayanti (13), Yusnia (11), Julistasia (10) saat ini masih bersekolah. Sri Ardayanti di kelas 6 SD dan akan mengikuti ujian.
Walaupun ketiganya dibantu pemerintah, diakui Saidah bahwa dirinya tetap harus mengeluarkan biaya operasional sekolah, seperti pengadaan buku, dan operasional sekolah yang saat ini memang tidak digratiskan lagi.
“Dari hasil mengaji memang saya cukup-cukupkan saja, mau bagaimana lagi. Ini semua untuk anak-anak saya,” ujarnya.
Dia juga harus rela lama tak jumpa dua anaknya yang masih kuliah di tempat yang jauh. Keduanya juga memiliki keterbatasan ongkos transportasi.
Terlebih lagi, sang anak yang kuliah harus mencicil laptop. Saidah bersyukur bisa melunasinya dengan baik.
Saidah, janda yang juga seorang guru mengaji di daerah tempat tinggalnya, harus menghidupi 8 anaknya.
- BAZNAS Berangkatkan 850 Guru Mengaji dan Marbut Masjid Pulang Kampung Gratis
- Flip Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Guru Mengaji di Pelosok Indonesia
- Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Seorang Janda di Lampung Selatan, Ternyata
- Hamili Janda, Cahyo Tak Mau Tanggung Jawab, Hal Keji Terjadi
- Kantor PKS Didemo Massa, Minta Kadernya Disanksi
- Video Viral Ridwan Kamil soal Nafkahi Janda, Jubir Bantah Begini