Kisah Sukses Mantan Pengungsi Jalankan Usaha Toko Kelontong di Australia Selatan

"Saya tahu dari negara mana sebagian besar bahan makanan ini berasal dan apa yang disukai oleh konsuen," katanya.
"Jika barangnya tidak ada di sini, mereka biasanya memesan untuk saya carikan," kata Didar.
Mendapat bantuan putrinya
Untuk membantu melayani konsumen, putri Didar yang berusia 9 tahun, Raihana, sering turun tangan dan mengoperasikan mesin kasir.
Raihana, anak tertua dari pasangan Didar dan Basbanoo, mengaku suka membantu ayahnya sepulang sekolah dan di akhir pekan.
"Saya senang bisa menghabiskan waktu bersama ayahku," ujarnya.
"Meskipun kondisi penglihatannya semakin menurun, dia masih terus bekerja untuk kami," kata Raihana, bangga pada ayahnya.
Didar merupakan satu dari ribuan orang Hazara yang melarikan diri dari Afghanistan pada tahun 2008 dan berhasil tiba di Indonesia.
Setelah tinggal selama beberapa saat di Indonesia, Didar bersama pengungsi lainnya memulai perjalanan laut dengan yang berbahaya dengan perahu kayu ke Australia.
Didar Ali hafal hampir semua barang yang ada di tokonya hanya dengan menyentuh dan mencium baunya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- UNHCR Khawatirkan Nasib Jutaan Pengungsi Terdampak Efisiensi Anggaran