Kisah Sukses Suhendro Wang, Founder Pempek CRP

Selain itu, Suhendro juga membagikan pemikirannya bisnis di bidang kuliner, yang memiliki tiga level.
Untuk level yang pertama, level hit and run, di level ini makanan akan sebegitu booming-nya pada suatu waktu akan tetapi, setelah lewat 1-2 tahun, makanan ini akan menghilang dan lenyap begitu saja.
Kedua, level yang berkaitan dengan habit kesehatan.
"Misalnya jika saya ke mal, saya akan lebih memilih yoghurt frozen dibandingkan es krim merk A. Karena memakan yogurt frozen terasa lebih enteng rasanya di tenggorokan dan pencernaan pun lebih lancar setelah mengonsumsi itu," jelasnya.
Dan yang terakhir, level ketiga dalam bisnis makanan yaitu, berkaitan dengan budaya (culture).
Di titik ini, bisnis akan bertahan selamanya. Karena makanan sudah menyatu dan melekat dengan budaya tertentu.
Suhendro Wang juga bermimpi, kelak suatu hari nanti, setiap hotel di Indonesia bisa memiliki menu pempek pada saat breakfast, brunch, dan saat coffee break.(chi/jpnn)
Suhendro Wang menceritakan kisah sukses dirinya mendirikan usaha pempek Palembang, yang populer dan terkenal dengan nama Pempek CRP.
Redaktur & Reporter : Yessy
- Brand Kuliner Ini Berbagi Berkah Ramadan ke Panti Jompo
- Ralali Siap Dukung Perjalanan Mudik Lebih Nyaman
- HIPPI Gelar Rapat Terbatas untuk Rumuskan Arah Ekonomi Anak Bangsa
- Kedubes Inggris Resmi Luncurkan Intensifikasi Pemberdayaan Digital, Ini Sasarannya
- UMKM Kuliner Ini Bangkit Setelah Dapat Suntikan Dana, Omzet Berlipat-lipat
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Anak Muda Gelar Festival Kuliner UMKM di 35 Kabupaten/Kota