Kisah Timnas Palestina Berusaha Bangkit di Tengah Situasi Negara yang Kacau

Di-WO di Singapura karena Visa Satu Tim Dijegal Israel

Kisah Timnas Palestina Berusaha Bangkit di Tengah Situasi Negara yang Kacau
Tim Palestina saat menghadapi Indonesia dalam Friendly Match di Stadion Manahan Solo, Senin (22/08). Foto : Farid Fandi/Jawa Pos

Pemain-pemain itulah yang menjadi tulang punggung timnas Palestina saat ini. Pada putaran II babak kualifikasi Piala Dunia Zona Asia bulan lalu, tim berjuluk Al Fursan (The Knight) tersebut kalah agregat 3-2 oleh Thailand.

   

Tetapi, para pemain kunci itu tidak dibawa serta saat beruji coba melawan Indonesia Senin malam (22/8). Kali ini pelatih Abdel Nasser Barakat hanya membawa para pemain muda. Bukan tidak menganggap serius uji coba melawan timnas Indonesia, Nasser menyatakan membawa para pemain muda karena ke depan merekalah yang menjadi tulang punggung timnas.

Nasser mengungkapkan, tantangan mengembangkan sepak bola di Palestina luar biasa. Selain faktor infrastruktur yang jauh dari standar, intimidasi dari Israel dan konflik antarpartai yang berkepanjangan ikut ambil bagian dalam mengebiri sepak bola Palestina. Saat ini di Palestina hanya ada dua stadion. Kapasitas?penonton dua stadion tersebut pun hanya 10 ribuan. Selain itu, Palestina hanya punya satu lapangan rumput. Lainnya menggunakan rumput artifisial."

"Jika situasi agak terkendali, kami bisa melakukan persiapan di dalam negeri. Tetapi, jika tidak, kami terpaksa melakukan pemusatan latihan di negeri tetangga. Itu pun tidak bisa lama. Paling sering di Jordania," ujar Nasser.

Di tengah situasi negaranya yang tidak stabil, timnas sepak bola Palestina mencoba bangkit. Senin malam lalu (22/8), mereka unjuk gigi di Solo, Jawa

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News