Kisah Timnas Palestina Berusaha Bangkit di Tengah Situasi Negara yang Kacau
Di-WO di Singapura karena Visa Satu Tim Dijegal Israel
Rabu, 24 Agustus 2011 – 08:08 WIB

Tim Palestina saat menghadapi Indonesia dalam Friendly Match di Stadion Manahan Solo, Senin (22/08). Foto : Farid Fandi/Jawa Pos
Selain bertempur dengan lawan yang sesungguhnya di lapangan hijau, Al Fursan harus berhadapan dengan keculasan Israel setiap kali hendak bermain. Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) selalu menghadapi masalah dalam mengorganisasi timnas. Itu terkait dengan pemberlakuan pembatasan perjalanan oleh Israel tehadap penduduk Palestina yang bermukim di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Dengan alasan tidak jelas, Israel kerap menolak mengeluarkan visa beberapa pemain. Bahkan, pernah satu tim sekaligus. Pada November 2006 Palestina gagal bertanding di babak kualifikasi Piala AFC karena pengajuan visa seluruh pemainnya yang berasal dari Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak dikabulkan oleh Israel. Akibatnya, Palestina dianggap WO dan Singapura yang kala itu menjadi tuan rumah diberi kemenangan 3-0 oleh AFC.
Yang dialami timnas Palestina pada 2006 tersebut kemudian mengilhami pembuatan sebuah film yang berjudul Goal Dreams. Selain itu, di seri dokumenter BBC, muncul judul Frontline Football.
Pada Mei 2008 timnas Palestina tidak diizinkan melakukan perjalanan ke AFC Challenge Cup. Setelah menjalani laga kualifikasi Piala Dunia 2011 Zona Asia dengan melawan Thailand bulan lalu, dua pemain inti mereka, Mohammed Samara dan Majed Abusidu, ditolak masuk lagi ke Tepi Barat. Karena itu, mereka tidak bisa melakukan perjalanan lagi bersama tim dari Thailand.
Di tengah situasi negaranya yang tidak stabil, timnas sepak bola Palestina mencoba bangkit. Senin malam lalu (22/8), mereka unjuk gigi di Solo, Jawa
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara