Kisah Warga Asal Indonesia yang Hidup dengan Parkinson di Australia

"Saya berterima kasih kepada pemerintah Australia dengan bantuan carer, karena dia membantu saya dalam kegiatan sehari-hari," katanya.
Studi untuk mengetahui penyebabnya
Tidak terlalu banyak diketahui apa penyebab Parkinson's.
Karenanya sebuah studi sedang dilakukan di Australia untuk mengumpulkan data genetik dari mereka yang hidup dengan Parkinson's.
Studi bernama Australian Parkinson's Genetic Study (APGS) ini dilakukan oleh para peneliti dari QIMR Berghofer Medical Research Institute, dengan bantuan yayasan Shake It Up Foundation dan Michael J.Fox Foundation untuk Pakinson's Research.
Lewat studi ini diharapkan bisa mengidentifikasi faktor genetik apa yang membuat seseorang berisiko memiliki Parkinson's dan gejala-gejalanya.
"Saat ini kami sudah mendapatkan data dari sekitar tujuh ribu orang di Australia, dengan target untuk mendapatkan data dari 10 ribu orang di akhir tahun," kata Dr Miguel Renteria peneliti dari lembaga QMIR Berghofer yang terlibat dalam proyek tersebut.
"Sejauh ini 95 persen mereka yang berpartisipasi dalam studi genetika adalah mereka dengan latar belakang keturunan Eropa, padahal mereka ini jumlahnya hanya 14 persen dari jumlah penduduk dunia," kata Dr Miguel.
Oleh karena itu, para peneliti ingin memperluas cakupan data studi dengan mengundang warga dari beragam suku di Australia untuk terlibat.
Sebuah studi sedang dilakukan di Australia untuk mengetahui penyebab genetik penyakit Parkinson's
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang