Kisah Warga di Kota Kecil di Australia Berjuang Kembalikan Reputasi Kotanya

"Ada pengamanan, polisi yang datang, ada perasaan sedih yang menyelimuti hampir seluruh pelosok kota," ujar Lisa Chesters, salah satu warga Bendigo kepada Andrew Bell untuk program Australia Wide yang disiarkan ABC.
"Saya kemudian melihat bisnis-bisnis kecil yang ada di kota ini dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi kepada mereka?"
Tapi warga pun tidak tinggal diam. Mereka aktif mencari dukungan untuk menyelamatkan reputasi Bendigo sebagai kota yang ramah. Salah satu tujuannya pun adalah untuk menjaga sektor bisnis di kota tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat sebuah halaman Facebook yang aktif mengajak warga, baik dari dalam maupun luar Bendigo, untuk tetap membeli produk-produk lokal dan berkunjung ke Bendigo.
Upaya ini mendapat sambutan dari Peter Cox, Walikota Bendigo.
"Ini menjadi pesan penting bahwa Bendigo adalah tempat yang menerima [siapapun]. Kami sudah terbukti melakukannya selama 160 tahun," tegas Cox.
Kisah dari Bendigo ini seolah menjadi pelajaran bagi komunitas dan kota-kota lain soal pentingnya kebersamaan warga dalam menanggapi serangan pencitraan buruk, yang kerap dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk media.
Tonton seperti apa kisah perjuangan Bendigo dalam menjaga reputasinya disini.
Bendigo, sebuah kota kecil di Victoria nyaris kehilangan reputasinya karena serangkaian unjuk rasa menentang pembangunan masjid pertama di kota tersebut.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi