Kisruh Mesir Bakal Dongkrak Harga Minyak
Minggu, 06 Februari 2011 – 06:56 WIB
JAKARTA - Aksi demonstrasi menuntut Presiden Mesir Husni Mubarak mundur berpotensi memengaruhi harga minyak dunia. Apalagi jika isu serupa menular ke Yaman hingga Saudi Arabia. Harga minyak bisa terkerek naik.
Pengamat perminyakan Kurtubi mengatakan, sejatinya produksi minyak Mesir tidak terlalu siknifikan di pasar minyak dunia. Sekitar 600 ribu barrel per hari. Namun, meski begitu, kisruh di Mesir bisa membuat pasar resah dan harga minyak naik. Apalagi pipa gas di Gurun Sinai dikabarkan meledak. "Pasar yang khawatir dengan kondisi Mesir bisa membuat harga melonjak," katanya.
Direktur Eksekutif Center for Petroleum and Energy Economic Studies ini menambahkan, kondisi lebih gawat akan terjadi jika Terusan Suez lumpuh. Dia memperkirakan harga minyak jenis Brent bisa naik hingga USD 110 per barrel dari harga sekarang USD 102 per barrel. Terusan Suez saat ini sebenarnya sudah terpengaruh krisis politik tersebut dengan ditetapkannya jam malam.
Kata Kurtubi, harga minyak akan lebih ngeri jika situasi politik di Mesir merembet ke Yaman hingga ke Saudi Arabia. Kecenderungan mendorong suksesi terhadap kepala negara yang menjabat terlalu lama, kata dia, bisa membuat situasi di dua negara itu ruwet. Imbasnya pada harga minyak.
JAKARTA - Aksi demonstrasi menuntut Presiden Mesir Husni Mubarak mundur berpotensi memengaruhi harga minyak dunia. Apalagi jika isu serupa menular
BERITA TERKAIT
- Penjualan PANI Lampaui Target, Begini Strateginya di Tengah Tantangan Ekonomi
- Mentan Amran Pastikan Perbaikan Irigasi untuk Dongkrak Produktivitas Padi di NTT
- 100 Hari Kabinet Prabowo: Pertamina Berkontribusi Besar Dukung Swasembada Energi
- Menjelang Libur Imlek, Harga Cabai di Pasar Induk Ini Alami Penurunan
- Presiden Prabowo Resmikan PLTGU Jawa-1, Wujud Hilirisasi dan Transformasi Energi
- Cetak Pertumbuhan Pesat, Fore Coffee Optimistis Hadapi 2025