KLB Demokrat Seharusnya Menjadi Koreksi Bagi SBY dan AHY

"Saya kira tidak mungkin mereka mau melaksanakan KLB, bila dari awal sudah tahu menabrak AD/ART. Kelihatannya penggagas KLB begitu percaya diri melaksanakannya. Justru AHY yang langsung blingsatan," ucap Teddy.
Dia menyarankan kubu AHY sebaiknya tidak mengaitkan Moeldoko dengan KSP.
Sebab, dipilihnya Moeldoko sebagai ketua umum PD versi KLB Sibolangit, sifatnya pribadi.
Teddy juga meyakini kemenhukam bisa menyikapi persoalan ini dengan bijak.
Bukan tidak mungkin kepengurusan PD versi KLB yang akan disahkan.
"Intinya, kalau AHY merasa bersih, kenapa harus risih. Selesaikan persoalan internal PD dengan bijak. Bukan dengan mengumbar omongan, bikin jumpa pers, sampai harus menyeret-nyeret Pemerintahan Jokowi," tukas Teddy.
Sementara itu, Ketua Seknas Dakwah Indonesia Kiai Rizal Maulana mengingatkan, kondisi bangsa lagi sulit.
Namun, sejumlah elite malah masih saja sibuk berkonflik.
Pengamat politik menyebut munculnya kasus PD seharusnya menjadi koreksi bagi SBY dan AHY, bukan malah seperti kebakaran jenggot.
- Agust Jovan Latuconsina Layak Jadi Wasekjen Demokrat: Energik dan Bertalenta
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Jadi Kepala Komunikasi Partai Demokrat, Herzaky: Ini Amanah Luar Biasa
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Soal Teror ke Tempo, Hinca: Tidak Ada Demokrasi Tanpa Media yang Merdeka
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat