KNKT : Rusia Tak Taat Perjanjian Investigasi
Selasa, 29 Mei 2012 – 05:35 WIB
Kerjasama investigasi KNKT dengan pihak Rusia dilakukan setelah pihaknya menerima tembusan email dari pemerintah Rusia yang disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Kerjasama itu dimulai sejak 10 Mei, saat helikopter Basarnas mengkonfirmasi telah melihat serpihan pesawat Sukhoi.
"Tim Rusia dipimpin Wakil Menteri Perdagangan dan Industri dan Wakil Direktur Sukhoi (JSC Sukhoi Civil Aircraft express), mereka meminta segera diangkat bangkai pesawat, meski belum melihat beratnya medan," ujar Tatang.
Permasalahan mulai muncul saat perwakilan dari Prancis dan Amerika Serikat menelepon KNKT. Tatang menyatakan, Prancis dan AS menyatakan merasa berkepentingan dengan investigasi itu dan ingin mendapat laporan atas setiap perkembangan.
"Pihak Rusia tidak mau, padahal aturan internasional menyatakan mereka berhak," ujar Tatang. Dalam hal ini, Prancis adalah pihak yang juga berkepentingan karena memasok mesin untuk pesawat SSJ 100 itu.
JAKARTA - Kerjasama Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia dengan pihak Rusia dalam mengungkap tabir kecelakaan pesawat Sukhoi
BERITA TERKAIT
- Le Minerale Tanam Ratusan Ribu Pohon yang Tersebar di Berbagai Wilayah Indonesia
- Indonesia Punya 106 Ribu Apoteker, 60 Persennya Terkonsentrasi di Jawa
- Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini, BMKG Imbau Masyarakat Waspada
- Ruang Amal Indonesia dan ZIS Indosat Segera Buka Program Amal Vokasi di KITB
- Said PDIP: Ibu Megawati Memang Tulus Bilang Terima Kasih kepada Prabowo, MPR, dan Rakyat
- Kuasa Hukum Tepis Isu Miring Terkait Eks Dubes RI untuk Nigeria Usra Hendra Harahap