Koalisi Perempuan Banten Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden

jpnn.com, BANTEN - Koalisi Perempuan Banten mendeklarasikan dukungan untuk Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin menjadi Presiden RI 2024-2029.
Dukungan itu disampaikan saat konsolidasi di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang pada Minggu (30/1).
"Kami mendata dan menyimpulkan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi, termasuk di Banten. Bahkan korban kasus kekerasan ini menimpa kepada saudara kami yang difabel," kata Koordinator Umum Koalisi Perempuan Banten, Neneng Farida.
Koalisi Perempuan Banten melihat Gus Muhaimin adalah sosok yang konsisten memperjuangkan isu strategis soal perempuan.
"Gus Muhaimin selalu hadir dan terus mendorong agar payung hukum bagi perempuan, dalam hal ini RUUTPKS segera disahkan menjadi undang-undang. Hal ini memang menjadi fokus kami selama ini dan Indonesia memang sedang dalam kondisi darurat kekerarasan terhadap perempuan dan anak," kata Neneng.
Dia menambahkan, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak ini tidak bisa diabaikan, apalagi menjadi bahaya laten di masyarakat selama ini.
"Kami meminta agar setop kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi gerakan nasional sebagaimana diinisiasi oleh Gus Muhaimin beberapa waktu lalu. Kami siap bersama Gus Muhaimin untuk gerakan nasional anti-kekerasan terhadap perempuan," ujarnya.
Neneng mengatakan RUU TPKS sejak 18 Januari 2022 telah ditetapkan sebagai RUU. Inisiasi percepatan disahkan RUU PKS menjadi UU merupakan keseriusan Gus Muhaimin dalam mengawal dan juga tegas dalam bertindak.
Koalisi Perempuan Banten melihat Gus Muhaimin adalah sosok yang konsisten memperjuangkan isu soal perempuan.
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Harlah ke-26, Garda Bangsa Gelar Festival Dai TikTok
- Siti Fauziah: Perempuan Perlu Support System Lebih Kuat Agar Bergerak di Bidang Ekonomi
- Dihadiri Waka MPR Rusdi Kirana dan Menko Gus Imin, Ramadhan Fest 1446 H Resmi Dibuka
- Muhaimin Mampir ke Sundown Markette, Dukung Sinergitas UMKM Bersama Pemerintah
- Ketimpangan Gender Masih jadi Persoalan di Indonesia, Perlu Kolaborasi Lintas Sektor