Kolaborasi Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang, Eksentrik Serta Bersejarah

Kolaborasi Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang, Eksentrik Serta Bersejarah
Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang. Foto: Dok. Koilkiller Management/Diki Dukun

Tafsir ulang Tuturut Munding secara sonik dibangun di atas fondasi rock/metal yang diperkaya dengan beragam elemen, mulai dari synthesizer, sinkopasi a la prog-rock, hingga nuansa Timur Tengah.

Perpaduan tersebut berhasil menciptakan lanskap musik yang inovatif dan penuh kejutan. Cocok sebagai kawan selama Ramadan.

“Pengemasan musiknya sangat spesial karena menggabungkan berbagai gaya musik. Dan kami belum pernah mengerjakan hal seperti ini sebelumnya,” ujar Donnyantoro, gitaris Koil.

Terkait kolaborasi, semua berangkat dari kesamaan visi Koil dan Kuburan dalam menggabungkan energi kreatif dengan cara yang unik dan bermakna.

Pemilihan lagu merupakan rekomendasi dari Kuburan, dan seiring berjalannya waktu, Doel Sumbang sebagai pencipta lagu turut serta mengisi vokal, mempertahankan karakter orisinalnya tanpa menghilangkan ciri khas.

“Kolaborasi antara Koil dan Kuburan sudah lama dibicarakan, tetapi baru mulai terwujud sekitar November lalu saat kami bertemu di studio latihan. Perpaduan antara citra serius Koil dan humor khas Kuburan ternyata menghasilkan sesuatu yang menarik, apalagi dengan tema bulan puasa," ucap Leon Legoh, drummer Koil.

"Ini juga menjadi kali pertama bagi Koil menggarap lagu bertemakan Ramadan. Ditambah lagi, kehadiran Doel Sumbang sebagai pencipta lagu yang turut bernyanyi menjadikan kolaborasi ini benar-benar lengkap dan spektakuler," sambungnya.

Raka Auliantara, perwakilan dari Kuburan kemudian mengungkapkan alasan pemilihan lagu Tuturut Munding.

Musisi lintas generasi asal Bandung yakni band Koil, grup Kuburan, dan penyanyi Doel Sumbang menghadirkan kolaborasi eksentrik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News