Kombes Tubagus Beber Fakta Menarik Seputar Kejahatan Ibu Kota dan Sekitar, Simak!

jpnn.com, JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengaku sudah menganalisis kasus kejahatan yang belakangan ini marak terjadi.
Dia menyebut kasus begal, rampok, dan tawuran yang viral di media sosial, kebanyakan pelakunya masih di bawah umur.
"Ditemukan fakta para pelaku rata-rata usia di bawah 20 tahun atau usia belasan, pekerjaan pelajar," ujar Tubagus di Polda Metro Jaya, Jumat (11/3).
Mantan Kapolres Karawang ini kemudian membagi tiga klaster terkait aksi kriminal tersebut. "Pertama penyakit masyarakat, kedua kenakalan remaja, dan ketiga pelaku kriminal," sebut Tubagus.
Lulusan Akpol 1993 itu mengatakan sebelum melakukan kejahatan, para pelaku berkumpul dalam satu komunitas yang mengidentifikasi diri sebagai kelompok kuat.
"Agar bisa disebut kelompok kuat maka harus lakukan tindakan berani, melukai orang lain," kata Tubagus.
Menurut Tubagus, pada dasarnya antara pelaku dan korban tidak memiliki masalah.
Namun, lantaran pengin dianggap paling kuat, sehingga pelaku ini nekat melukai orang lain.
Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi kejahatan yang marak terjadi belakangan ini di wilayah hukumnya.
- Bebaskan WN India Tersangka Penggelapan, Polisi Rusak Iklim Investasi & Abaikan Asta Cita Prabowo
- Ditpamobvit Polda Metro Jaya Bersama SHW Center Berbagi Takjil Bulan Ramadan
- Kapolda Metro Abaikan Laporan Perusahaan Saudi soal RJ WN India di Kasus Penggelapan
- Polisi Dinilai Selewengkan Restorative Justice di Kasus WN India Vs Perusahaan Saudi
- Nikita Mirzani Ditahan di Polda, Lucinta Luna Ungkap Harapannya
- Ditahan di Polda Metro Jaya, Nikita Mirzani Pengin Dijenguk 2 Orang Ini