Kombinasi Sipil-Militer Masih Dianggap Perlu

jpnn.com - JAKARTA - Kombinasi kepemimpinan nasional berlatar belakang militer-sipil atau sebaliknya, masih dianggap sesuatu yang perlu menjadi pertimbangan di pilpres mendatang.
Jika capresnya sipil, maka capresnya militer. Begitu pun sebaliknya, jika capresnya militer, cawapresnya sipil.
Demikian pendapat Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry, peneliti Pol-Tracking Institute, Agung Baskoro, dan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi
Agung Baskoro mengatakan, tokoh berlatar belakang militer masih sangat dibutuhkan di kursi kepemimpinan nasional, sebagai presiden atau wapres.
"Nilai jualnya pun patut diperhitungkan. Maka, bila presidennya berasal dari kalangan sipil, idealnya wakil presiden berasal dari kalangan berlatar belakang militer. Begitu pun sebaliknya, bila presidennya berlatar militer, maka wakilnya berasal dari kalangan sipil. Duet sipil-militer akan saling melengkapi," ujar kata Agung.
Menurutnya, tokoh berlatar belakang militer mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang lengkap tentang pertahanan dan keamanan.
Seperti diketahui, sejumlah mantan petinggi TNI masuk dalam bursa pencapresan, antara lain Pramono Edhie, Prabowo, Wiranto, Endiartono Sutarto, Djoko Santoso, termasuk juga Panglima TNI sekarang, Jenderal Moeldoko.
"Mereka layak untuk dipertimbangkan, karena mereka memiliki track record yang panjang dalam mengelola pertahanan dan keamanan negeri ini," katanya.
JAKARTA - Kombinasi kepemimpinan nasional berlatar belakang militer-sipil atau sebaliknya, masih dianggap sesuatu yang perlu menjadi pertimbangan
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump