Komitmen Pemberantasan Korupsi, Ganjar: Koruptor Harus Dibasmi

jpnn.com, JAKARTA - Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menyoroti terkait persoalan korupsi yang sampai saat ini terjadi di Indonesia.
Menurut Ganjar, praktik korupsi yang masih terjadi di tanah air bakal menanggu investasi di Indobesia. Sehingga permasalahan korupsi ini masih merupakan tantangan besar bagi Indonesia.
"Setidaknya itu yang menjadi pekerjaan rumah besar, karena kalau korupsi kita masih berjalan dan itu masuk dalam sektor-sektor maka kita mau investasi orang-orang juga akan malas," ujar Ganjar di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari Minggu (17/9).
Lebih lanjut, Ganjar menegaskan bahwa memberikan pelayanan ke masyarakat semata-mata bukan untuk mendapat pujian, tetapi kritik yang difungsikan sebagai membangun. Sehingga setiap pelayanan harus diperhatikan dengan serius.
Ganjar membagikan pengalaman selama 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah seperti rutin melakukan sosialisasi anti terhadap korupsi.
Menurutnya, semangat ini harus diimplementasikan dari upaya pencegahan hingga tindakan penindakan.
"Sepuluh tahun saya di Jateng membawa tagline tidak korupsi itu adalah suatu nilai yang kita coba praktikkan selama 10 tahun, mulai dari pendidikan pencegahannya sampai pada penindakannya dan kalau kita mau serius maka itu menjadi penyakit yang harus dibasmi," ungkap Ganjar.
Ganjar menyadari bahwa diperlukan perubahan menyeluruh untuk memastikan praktik antikorupsi benar-benar diwujudkan.
Bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo menyoroti terkait persoalan korupsi yang sampai saat ini terjadi di Indonesia.
- Kejaksaan Terancam Dilarang Usut Rasuah, Pakar: Senjakala Pemberantasan Korupsi
- Polemik Mobil Dinas, Supian Suri Berpotensi Korupsi
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- 5 Berita Terpopuler: Daftar 31 Dubes yang Dilantik Prabowo Wow, Ada Politikus PDIP, Apa Saran Hasan Nasbi?
- Kabar Terbaru Kasus Korupsi SPPD Fiktif DPRD Riau, Siap-siap Saja
- 15.086 Warga Binaan Muslim di Jatim Diusulkan Dapat Remisi Khusus Idulfitri