Komnas HAM: Pemicu Kematian Petugas KPPS Bukan Hanya karena Kondisi Fisik

Anam menyebutkan bahwa instansinya melihat itu sebagai pemicu tumbangnya ratusan petugas KPPS hingga banyak di antara mereka meninggal dunia. ”Bukan menyebabkan kematian. Tapi, memicu kematian,” imbuhnya.
Tekanan yang muncul terhadap fisik maupun psikis membuat petugas KPPS yang punya riwayat penyakit kambuh. Hingga nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.
Untuk memastikan dugaan tersebut, Tim Pemantau Pemilu 2019 yang dikerahkan Komnas HAM kembali bekerja. Mereka bakal menggali data dari sumber-sumber utama. Mulai keluarga petugas KPPS yang sakit maupun meninggal dunia, petugas KPPS yang tidak tumbang, KPU, sampai instansi terkait lainnya.
”Kami mau verifikasi,” imbuh Anam. Verifikasi dilaksanakan dengan mengambil sampel dari beberapa daerah.
BACA JUGA: Adian Napitupulu Terpopuler, Disusul Grace Natalie, Erick Thohir Keempat
Targetnya, semua data dan informasi yang dibutuhkan sudah terkumpul sebelum pengumuman hasil pemilu serentak dilakukan oleh KPU. Dengan begitu, rekomendasi bisa mereka sampaikan sebelum penyelenggara pemilu menyampaikan siapa saja yang memenangkan pemilu.
Itu penting untuk evaluasi maupun penyelenggaraan pemilu ke depan. Sehingga pesta demokrasi tidak lagi merenggut banyak nyawa petugas. (syn/)
Komnas HAM akan menurunkan tim untuk mengusut kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS alias Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Teror ke Tempo Dianggap Melanggar HAM, Polisi Diminta Usut Secara Transparan
- Komnas HAM Menyelidiki Kericuhan saat Rapat RUU TNI
- Dinilai Memicu Segudang Masalah, PSN Merauke Tuai Kritik Keras
- Komnas HAM Minta Rencana Perluasan Kewenangan TNI-POLRI Dikaji Ulang
- Komnas HAM Temukan Sejumlah Masalah dalam RUU TNI
- Honorer K2 Adukan Masalah Rekrutmen PPPK 2024 ke Komnas HAM, Semoga Didengar Prabowo