Komnas HAM Tidak Tahu Pistol Irjen Ferdy Sambo Sempat Jatuh
jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik menyebut ada beberapa hal yang tidak sinkron dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J pada Selasa (30/8).
Dia menyebutkan hal yang tidak sinkron itu sudah dicatat oleh pihaknya.
Taufan juga menyebutkan pihaknya akan menanyakan beberapa hal terkait kejadian yang sebenarnya kepada penyidik Bareskrim.
"Kami masih akan bertanya lagi persisnya seperti apa karena misalnya tidak sama dengan konstruksi peristiwa yang kami susun, maka akan saling mencocokan," kata Taufan seusai Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8).
Dia menyatakan yang terpenting ialah saat persidangan keseluruhan konstruksi peristiwa penembakan itu bisa diketahui dengan jelas.
Taufan menyebutkan dari rekonstruksi kemarin, pihaknya juga baru mengetahui beberapa hal.
"Contoh ada pistol jatuh itu tidak pernah tau sebelumnya. Namun, secara umum sama sudah tau," lanjutnya.
Tak hanya itu, dia menyebutkan terkait ada perbedaan pandangan antara tersangka terutama saat penembakan menjadi catatan penyidik.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku baru tahu pistol Irjen Ferdy Sambo sempat jatuh sebelum mengeksekusi Brigadir J.
- Inilah 11 Panelis Debat Capres 12 Desember, Sabar, Ada Adu Ide Para Cawapres kok
- Soal Putusan Kasasi Ferdy Sambo, Mahfud MD: Mudah-mudahan Tidak Ada Kongkalikong Lagi
- Ini yang Terjadi saat Sidang Tertutup Perkara Ferdy Sambo di MA, Vonis Mati pun Berubah
- Bambang Ingatkan Polri Transparan soal Kematian Anggota Densus 88 Bripda IDF
- Sidang Etik Irjen Teddy Minahasa Dipimpin Jenderal Bintang Tiga
- Hukuman Kuat Ma'ruf Tidak Berkurang, Tetap 15 Tahun Penjara