Komunike B20 Fokus Pada Aksi Konkret Bersama

Pesan kunci ini dibagi lagi menjadi 6 prioritas makro yang masing-masingnya memiliki tiga hingga lima calls-to-action untuk G20.
Terdapat tiga lingkup pesan kunci yang hendak dikomunikasikan, yakni inovasi, inklusivitas, dan kolaboratif.
Inovasi bertujuan untuk mendorong solusi inovatif demi pertumbuhan yang merata, Inklusivitas bertujuan untuk memfasilitasi perkembangan yang berkelanjutan bagi UMKM dan kelompok rentan, sementara kolaboratif berarti mengatur kooperasi antarpemangku kepentingan termasuk antara negara maju dan berkembang demi terbangunnya masa depan yang berkelanjutan dan stabil.
Pada bagian kedua, komunike akan berisi rekomendasi kebijakan dan penindaklanjutan dalam bentuk ringkasan penelitian terhadap tujuh kebijakan yang dikembangkan oleh Task Force dan Action Council B20 Indonesia yakni Digitalization; Integrity & Compliance; Future of Work & Education; Trade & Investment; Energy, Sustainability and Climate; Women in Business Action Council dan Finance and Infrastructure.
Bagian terakhir dari komunike ditutup dengan pernyataan dari the International Advocacy Cause (IAC), kelompok yang terdiri dari puluhan CEO perusahaan global terkemuka dan pemimpin federasi bisnis dari negara-negara G20 yang menjadi pengarah Presidensi B20 sekaligus merepresentasikan legacy program B20 Indonesia untuk dunia.(fri/jpnn)
Indonesia sebagai pemangku Presidensi B20 akan mengupayakan titik temu guna mencapai program-program konkret.
Redaktur & Reporter : Friederich Batari
- Percepat Capaian Program, Pemprov Jateng Berkolaborasi dengan 44 Perguruan Tinggi
- Rapat Kerja dengan BNPT, Sugiat Apresiasi Zero Aksi Teror di 2024
- UI Didorong Membentuk Konsorsium Pendidikan Tinggi Ekraf
- Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Siap Mendukung Program Asta Cita
- Presidensi G20 Afrika Selatan 2025, Indonesia Dorong Pencapaian Target SGDs 2030
- Harati Klaim Ingin Meningkatkan Program yang Menyentuh Rakyat Kotawaringin Timur