Kondisi Tersangka Bom Boston Membaik
Sang Ibu Berbincang Kali Pertama sejak Insiden
Sabtu, 01 Juni 2013 – 04:47 WIB

Kondisi Tersangka Bom Boston Membaik
MAKHACHKALA - Setelah lebih dari sebulan terbaring di rumah sakit, Dzhokhar Tsarnaev akhirnya bisa berjalan. Satu-satunya tersangka Bom Boston yang masih hidup itu mulai beraktivitas tanpa kursi roda. Tapi, pemuda 19 tahun tersebut masih harus menjalani perawatan medis lanjutan di Federal Medical Center di Kota Devens, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Dalam wawancara kemarin, Tsarnaeva kembali menegaskan bahwa dua putranya tidak bersalah. Menurut dia, Dzhokhar dan Tamerlan yang tewas di tangan polisi hanyalah korban seperti para penonton dan peserta Boston Marathon lain. ''Dia (Dzhokhar) tidak bisa mengendalikan emosi dan terus bertanya tentang apa yang terjadi dan telah menimpanya,'' ujar istri Anzor Tsarnaev tersebut.
''Dia mengatakan kepada saya bahwa kondisinya sudah semakin baik. Dokter yang merawat dia juga baik. Saat ini, dia mulai berjalan,'' kata Zubeidat Tsarnaeva, ibunda Dzhokhar, dalam wawancara eksklusif dengan Associated Press kemarin (31/5). Akhir pekan lalu, ibu empat anak itu akhirnya bisa berbincang dengan putra bungsunya. Tapi, komunikasi pertama pascatragedi bom Boston tersebut hanya terjadi lewat telepon.
Baca Juga:
Tsarnaeva yang kini tinggal di Kota Makhachkala, ibu kota Republik Dagestan, Rusia, itu memang memilih tidak berkunjung ke AS untuk menemui Dzhokhar. Sebab, dia sendiri masih punya tanggungan kasus hukum di Negeri Paman Sam. Aparat jelas akan langsung membekuknya begitu menginjakkan kaki di AS.
Baca Juga:
MAKHACHKALA - Setelah lebih dari sebulan terbaring di rumah sakit, Dzhokhar Tsarnaev akhirnya bisa berjalan. Satu-satunya tersangka Bom Boston yang
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar