Konfigurasi Politik Nasional Dinilai Tak Mendukung Sikap Polisi untuk Humanis

jpnn.com - Direktur Imparsial Ardimanto Adiputra menilai konfigurasi politik nasional saat ini tidak mendukung pembentukan polisi yang profesional dan humanis.
Hal ini disampaikan Ardi dalam diskusi bertajuk Pendekatan Keamanan Manusia dalam Kepolisian di Sadjoe Cafe, Jakarta, Jumat, (20/19).
"Konfigurasi politik, aktor politik, partai politik kita tidak mendukung untuk membentuk kepolisian yang profesional, yang humanis, dan demokratis," kata Ardi.
Dia menilai yang terjadi saat ini adalah munculnya upaya cawe-cawe menggunakan institusi kepolisian untuk kepentingan politik.
Ardi pun menyoroti pengawasan eksternal dari Komisi III DPR RI yang sebenarnya memiliki kewenangan jauh lebih kuat dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Ardi mencontohkan hal-hal terkait pengawasan anggaran harus diperkuat sehingga polisi jauh lebih humanis dan profesional.
"Misalnya pengawasan anggaran membeli body cam daripada gas air mata. (Pengawasan) itu, kan, jauh lebih tepat (dilakukan DPR)," lanjutnya.
Dia menyebutkan reformasi kepolisian saat ini tidak bisa dilakukan dengan mengarahkan semua 'corong toa' kepada institusi Kepolisian saja.
Direktur Imparsial Ardimanto Adiputra menilai konfigurasi politik nasional saat ini tidak mendukung pembentukan polisi yang profesional dan humanis
- Volume Kendaraan Meningkat, Polisi Mulai Lakukan One Way di Tol Kalikangkung hingga Bawen
- Penembakan di Lokasi Judi Sabung Ayam Diduga Terencana, Sahabat Polisi: Pelaku Harus Dihukum Berat
- Kapolda Riau Irjen Herry: Tidak Ada Lagi Polisi Nongkrong di Jam Dinas
- Polisi Dinilai Bisa Segera Ungkap Pelaku Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Masalahnya...
- Polisi Punya Perangkat Komplet Ungkap Teror ke Tempo, Problemnya Tinggal Keinginan
- Diduga Bunuh Bayi Sendiri, Brigadir Ade Kurniawan Tersangka