Konon Airlangga Sebut Perekonomian Indonesia Menyalip Korea Selatan
Berdasarkan faktor eksternal lanjut Airlangga, perbaikan permintaan global juga telah menjadi stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi domestik.
Ekspor Indonesia tumbuh signifikan yang mendorong berlanjutnya surplus neraca perdagangan selama 15 bulan terakhir.
Permintaan global telah menjadi stimulus tambahan untuk mendorong ekspor tumbuh 31,78 persen (yoy) dan impor 31,22 persen (yoy) di kuartal II 2021.
Sementara indikator lainnya untuk ketahanan eksternal, yakni cadangan devisa juga terjaga dengan angka USD 137 miliar.
Ke depannya, kata Menko Airlangga, pemerintah tetap mengutamakan kebijakan pengendalian Covid-19 sebagai prasyarat pemulihan ekonomi.
Oleh karena itu, pemerintah juga telah menambah anggaran penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi Rp 744,7 triliun pada 2021.
Kementerian Keuangan juga memprioritaskan anggaran kesehatan dan perlindungan sosial pada 2021 dan 2022.
Airlangga menambahkan pada 2022 pemerintah berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5-5,5 persen (yoy).
Menko Airlangga membeberkan bahwa perbaikan ekonomi Indonesia mampu menyalip Korea Selatan dan Vietnam.
- Laga Perdana Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Tidak Gentar Lawan Korea Selatan
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang
- Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Dirampingkan, Diisi Profesional
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah
- Ekonom Asing Sambut Baik Susunan Pengurus Danantara
- Ada Apa di Balik Lonjakan Harga Emas?