Konsolidasikan Manajemen 22 Hotel BUMN demi Genjot Daya Saing

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan manajemen beberapa hotel pelat merah.
Tujuan rencana itu ialah menjadikan hotel BUMN lebih efisien dan mampu bersaing dengan industri perhotelan di dalam maupun luar negeri.
Menurut Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, setiap badan usaha yang ada di bawah kementeriannya harus kembali ke core business masing masing.
"Untuk perhotelan, misalnya, perlu dilakukan atur ulang anak usaha hotel BUMN sehingga bisa kembali menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnis yang mereka miliki," kata Kartika Wirjoatmodjo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).
Inisiatif itu telah diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman lima BUMN, yakni PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), PT Hotel Indonesia Natour/HIN (Persero), dan PT Wijaya Karya (Persero)
Masing-masing direktur utama BUMN tersebut menandatangani langsung nota kesepahaman dalam rangka konsolidasi bisnis hotel yang dimiliki.
Di antaranya ialah Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Saputra, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour/HIN Iswandi Said, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito dan Direktur Utama PT Pegadaian Kuswiyoto.
Kartika menjelaskan, kelima perusahaan BUMN tersebut berkomitmen mengonsolidasi bisnis hotel guna menjalankan dan mendukung program pemerintah di bidang pariwisata.
Lima BUMN telah menandatangani nota kesepahaman dalam rangka konsolidasi bisnis hotel.
- Perhutani Hadirkan Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Batam & Baubau
- Aset BUMN Tak Cukup Tutupi Utang, Pengamat: Ini Tanda Bahaya Serius
- Gelar Program Mudik Gratis 2025, Bank Mandiri Lepas 8.500 Pemudik dengan 170 Bus
- Kementerian BUMN Lepas Peserta Mudik Gratis dengan 200 Kota Tujuan
- Untuk Ketiga Kalinya FW BUMN Gelar Mudik Gratis Naik KA Wisata
- Yusuf Permana Dicopot dari Jajaran Komisaris BNI