Kontrak Jakarta Bersyariat Bisa Bahayakan Demokrasi
Jumat, 24 Maret 2017 – 23:10 WIB

Pilkada 2018. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com
Belakangan isu itu memang sempat ramai di media sosial.
Tim Anies – Sandi sudah sempat membantah foto-foto lembaran kontrak yang di dalamnya tertera perjanjian untuk mewujudkan terbentuknya Perda Syariat Islam di Jakarta. (rm/jpnn)
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Syamsuddin Haris mengaku khawatir ramainya wacana penerapan kontrak politik
Redaktur & Reporter : Natalia
BERITA TERKAIT
- Siap Menangkan RIDO jika Pilkada Jakarta 2 Putaran, PP DKI Ajak Anak Muda Gunakan Hak Suara
- 42 Persen Pemilih Golput di Pilgub Jakarta 2024, Terbanyak Memilih saat Anies vs Ahok
- Anies Dukung Pramono – Rano Karno, Brando Susanto: Jakarta Jadi Contoh Demokrasi yang Sejuk
- Sukarelawan PMJ Ajak Warga Jakarta Tak Pilih Pemimpin yang Melukai Hati Umat
- 7 Hari Jelang Pencoblosan Pilkada, Hasto: Banyak Kandidat dari PDIP Berasal dari Rakyat
- Pemuda Pancasila Dukung RIDO di Pilkada DKI Karena Diyakini Mumpuni