Korban Berjatuhan, Jokowi Bakal Evaluasi Kapolri?

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak menjawab spesifik soal evaluasi untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pascajatuhnya korban mahasiswa dalam aksi demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kedua korban itu adalah Imawan Randi dan Yusuf Kardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari. Menurut Jokowi, Randi meninggal karena luka tembak di dada, dan Yusuf berpulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit.
Lantas apakah Pak Jokowi akan mengevaluasi kinerja kapolri atas insiden ini? "Tadi saya sudah sampaikan bahwa dalam menangani demo tidak represif, karena demonstrasi, menyampaikan pendapat, itu dijamin konstitusi," jawab Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/9).
Saat disinggung bahwa instruksi agar polisi tidak respresif dalam menangani unjuk rasa tidak dipatuhi bahkan terus berulang, Jokowi meminta publik jangan berandai-andi dulu mengenai pelakunya. Terlebih jumlah personel di lapangan itu tidak sedikit.
"Kan menyangkut ribuan personel, ribuan personel di seluruh tanah air dan sampai sekarang tidak dan belum, yang menembak itu juga belum (tahu). Jadi jangan ditebak-tebak terlebih dahulu sebelum investigasi selesai," tandasnya. (fat/jpnn)
Aparat kepolisian masih menggunakan cara-cara represif terhadap demonstran .Apakah Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengevaluasi kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- KMMP Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Hukum Robertus Robet
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Pengamat Politik Sebut Wajar Jokowi Diunggulkan Jadi Ketua Wantimpres RI