Korban Skandal Tes PCR, Dradjad Wibowo Sebut Ada Mafia Labkes Memositifkan Orang

"Ternyata hasil tes PCR yang bersangkutan negatif. Alhamdulillah," ucap ekonom INDEF itu.
Namun, efeknya opname sahabatnya itu gagal, padahal dia sudah mengantre selama berbulan-bulan. Seluruh keluarganya yang serumah pun terpaksa tes Covid-19. Termasuk ibu dan ibu mertuanya yang sudah sepuh.
"Saya juga harus tes PCR dan isolasi, pisah dari cucu dan keluarga. Ternyata saya negatif karena memang sahabat saya itu negatif," tutur pria bergelar doktor itu.
"Tadinya saya diam karena berharap skandal di atas hanya kebetulan saja. Namun, setelah mendengar ada kejadian serupa, saya merasa wajib bersuara," tegasnya.
Oleh karena itu, Dradjad meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin harus bertanggung jawab atas skandal tes PCR positif Covid-19 di labkes tersebut.
"Dia harus sigap mengatasinya," ucap mantan Ketua Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan atau DISK Badan Intelijen Negara (BIN) itu.
Dradjad pun meminta Menkes Budi dan jajaran segera memeriksa dan melakukan audit total terhadap laboratorium-laboratorium, terutama yang baru.
"Jangan lihat latar belakang politik mereka. Jika ada indikasi skandal positif ini adalah modus operandi, segera bekukan izin mereka," ujarnya.
Ekonom INDEF Dradjad Wibowo ikut jadi korban skandal tes PCR positif Covid-19 di labkes baru, padahal dia negatif corona.
- Entrostop Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Emergency Diare Kit Gratis di Lebaran 2025
- Putri Zulkifli Hasan Melepas 1.500 Peserta Mudik Gratis Bersama PAN
- Jalankan Instruksi Ketum PAN, Eddy Soeparno Bagikan Sembako di 11 Kabupaten/Kota di Jabar
- Bantu Pangan Warga, Eddy Soeparno Gelar Bazar Tebus Murah di Cianjur
- Akademisi Ungkap 2 Tantangan Tata Kelola Intelejen di Indonesia
- Della Surya