Korban Teror di Masjid Selandia Baru: Saya Kulit Putih dan Bangga Jadi Muslim

Keluarganya pun sudah menganggap Mucaad kelak akan menjadi polisi.
Namun keinginan itu sirna karena direnggut oleh terdakwa Brenton Tarrant yang diduga menembak balita tak berdaya ini dua kali.
Mucaad saat kejadian itu memegangi kaki ayahnya yang terbaring bersama jamaah lainnya, sebagian sudah tewas sebagian luka parah di salah satu sudut ruang salat masjid Al Noor.
Keluarga Aden berasal dari Somalia dan pindah ke Selandia Baru di tahun 1995. Mucaad lahir di sini.
"Kau bunuh anakku, tapi bagiku kau telah membunuh seluruh orang Selandia Baru," ucap Aden.
"Saya tak mengenalmu. Saya tak pernah menyakiti kau, ibumu, ayahnya atau kerabatmu. Saya ini orang yang malah akan menolongmu jika kau membutuhkannya," tambahnya.
Salah satu korban selamat, Mustafa Boztas, memberikan keterangan hari ini dengan menyebut Brenton lebih hina dari binatang.
"Ada satu kesamaan dari semua manusia, yaitu mereka mampu mengatasi dan melupakan masa lalu," katanya.
Persidangan terdakwa teroris Brenton Harrison Tarrant memasuki hari ketiga, Rabu (26/08), untuk mendengarkan keterangan saksi korban
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi