Korea Selatan Alami Gelombang Ketiga Penularan COVID-19

Jerman telah memperketat aturan pembatasan pandemi menjelang Natal untuk mengurangi laju penularan virus corona yang sudah tinggi.
Kanselir Angela Merkel mengatakan para gubernur di Jerman setuju untuk meningkatkan langkah-langkah 'lockdown' dari hari Rabu hingga setidaknya 10 Januari.
"Kami terpaksa untuk mengambil tindakan ini dan kami melakukannya," kata Merkel, yang menambahkan aturan pembatasan yang diberlakukan pada November telah gagal mengurangi penularan baru secara signifikan.
Rata-rata kasus penularan baru harian di Jerman telah meningkat selama dua minggu terakhir, dari 21,23 kasus baru per 100.000 orang di 28 November menjadi 26 kasus baru per 100.000 orang pada 12 Desember.
Sekolah di Jerman akan ditutup atau beralih ke 'homeschooling', sebagian besar toko yang tidak menjual makanan akan ditutup, begitu pula sejumlah bisnis, seperti salon rambut yang sejauh ini diizinkan untuk tetap buka, serta penjualan alkohol di luar ruangan akan dilarang.
Restoran masih diizinkan untuk melakukan layanan 'takeaway', tetapi makan atau minum tidak dapat dilakukan di dalam restoran.
Penjualan kembang api untuk perayaan Tahun Baru juga akan dilarang, begitu pula pertemuan dan kumpul-kumpul di luar ruangan pada Malam Tahun Baru.
Suasana Natal dan Tahun Baru yang akan berbeda

Korea Selatan melaporkan telah mengalami akhir pekan terburuk untuk penularan COVID-19 sejak pandemi dimulai
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Keren! Plywood dan Blockboard Asal Temanggung Rambah Pasar Jepang dan Korea Selatan
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam