Koridor Perjalanan Australia-Selandia Baru Resmi Dibuka, Penumpang Tidak Perlu Karantina Hotel

"Ini adalah titik waktu penting di masa pandemi, di mana semua orang harus memasuki tahap baru adaptasi hidup," katanya.
Isabella mengatakan perjanjian khusus antara Australia dan Selandia Baru tentang aturan perjalanan di tengah pandemi "terasa alamiah".
"Kalau saya terbang ke negara lain manapun, mungkin saya tidak akan setenang ini," katanya.
Kesempatan yang terbuka karena koridor perjalanan
Walau warga Australia sebenarnya berhak melakukan perjalanan internasional sebelum hari ini, masih banyak aturan yang mengikat. Belum lagi bila memikirkan biayanya yang cukup mahal.
Dengan adanya koridor perjalanan, warga Australia bebas melakukan perjalanan internasional tanpa harus mendaftar izin perjalanan dari pemerintah atau harus dibebani karantina hotel ketika sampai di tujuan atau negara asal mereka.
Koridor ini telah membuka kesempatan bagi warga yang mau berlibur, ataupun ingin berjumpa keluarga dengan mudah dan biaya yang sedikit.
Berkaca pada pengalaman karantina yang terpaksa dilakukannya akibat penutupan perbatasan Queensland, Heather berusaha menghindar agar kejadian yang sama terjadi di Selandia Baru.
"Itu adalah pengalaman yang sangat buruk. Semoga tidak lagi [terjadi]," katanya.
Ratusan penumpang mendarat di Auckland, setelah koridor penerbangan internasional antara Australia dan Selandia Baru resmi dibuka, hari ini (19/04)
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi