Koruptor Milenial
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Dua anak muda itu disorot publik karena dianggap memanfaatkan posisinya sebagai staf khusus untuk kepentingan pribadi atau perusahaannya. Mereka dituduh melakukan abuse of power dan punya conflict of interest. Dua hal itu menjadi salah satu sumber korupsi yang potensial.
Fenomena anak-anak muda yang berani main-main anggaran, dan coba-coba memanfaatkan posisinya untuk kepentingan pribadi, bisa menjadi indikator adanya regenerasi koruptor di Indonesia. Dibanding cara bermain senior-seniornya, anak-anak junior itu memang kalah canggih.
Namun, dengan usianya yang masih sangat muda, anak-anak itu bisa menjadi calon-calon koruptor ulung.
Pelaporan dua anak Jokowi, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, ke KPK atas tuduhan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) harus secepatnya diproses oleh KPK. Publik ingin tahu apakah telah terjadi korupsi sebagaimana dilaporkan oleh Ubedilah Badrun.
Kalau memang dua anak presiden itu tidak terlibat dalam praktik haram, publik boleh lega.
Namun, kalau ternyata dua anak muda itu terlibat dalam praktik korupsi, setidaknya KPK sudah melakukan pencegahan dini supaya tidak terjadi regenarasi koruptor. (*)
Video Terpopuler Hari ini:
Stereotip mengenai anak muda zaman now itu buyar ketika muncul koruptor milenial.
Redaktur : Adek
Reporter : Cak Abror
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat
- Hijrah ke Partai Demokrat, Afriansyah Noor Didapuk Jadi Wasekjen
- Ditunjuk Jadi Kepala Badan DPP Demokrat, HBL Masuk Ring 1 AHY Bersama Menteri PU
- Ibas Kawal Langsung Program Pro-Rakyat Prabowo, dari Irigasi hingga Sembako Terjangkau