Korut Masih Mengancam, Trump Malah Usik Iran

jpnn.com, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya punya hobi mengusik negara-negara yang memiliki teknologi nuklir. Setelah Korea Utara, sekarang giliran Iran yang dibikin gusar mantan bintang reality show itu.
Trump tak mau meneken penilaian positif terhadap Iran yang selama ini mematuhi kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
”Keputusan Presiden Trump itu bisa memicu tindakan yang berpotensi membuat kesepakatan nuklir dengan Iran buyar,” kata Trita Parsi, pendiri dan ketua National Iranian American Council, kepada The Hill.
Jika nanti AS menarik diri secara sepihak dari kesepakatan tersebut, Iran pun bisa melakukan hal yang sama. Dengan demikian, Iran bisa langsung menggenjot program nuklirnya ke level yang lebih tinggi.
(Trump Mulai Utak-atik Nuklir Iran)
(Trump Masih Beri Iran Kesempatan Bertobat)
Di tengah krisis nuklir Korut, sikap AS terhadap Iran itu menjadi sinyal yang buruk bagi Pyongyang. Negara-negara Eropa yang ikut terlibat dalam perumusan kesepakatan nuklir Iran, menyatakan bahwa keputusan Trump itu akan membuat rezim Kim Jong-un lebih sulit dikendalikan. Sebab, kesan yang kemudian tertangkap Korut adalah AS tidak bisa dipercaya.
Tapi, William Perry, mantan menteri pertahanan AS, punya pendapat berbeda. Menurut dia, Korut adalah perkecualian.
Presiden AS Donald Trump kembali membuat dunia ketar-ketir dengan aksi serampangannya memprovokasi negara berteknologi nuklir
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump