Korut Siapkan Paket Kejutan untuk AS

Di hadapan perwakilan diplomatik AS dan negara-negara PBB yang lain, Han menegaskan bahwa ancaman dan sanksi atau gertakan tidak akan membuat ciut nyali Korut.
Rezim Jong-un, menurut dia, tidak mempan diancam atau disanksi.
"Dalam kondisi apa pun, DPRK (Korut) tidak akan pernah membawa program nuklir ke meja perundingan," tegasnya. Semakin ditekan, dia mengaku bahwa Korut bakal semakin nekat.
"Semua yang kami lakukan itu hanyalah bagian dari upaya untuk membela diri dan melawan ancaman serta permusuhan yang AS tebarkan selama beberapa dekade terhadap negara kami," papar Han.
Bagi Pyongyang, latihan militer gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) maupun Jepang yang rutin AS lakukan adalah provokasi.
Dengan pamer kekuatan di Semenanjung Korea, menurut dia, AS mengintimidasi Korut.
Robert Wood, diplomat AS yang hadir dalam konferensi tersebut, sama sekali tidak menyinggung tentang perundingan.
Setelah mendengar keterangan Han, dia mengatakan bahwa Korut menodai kepercayaan masyarakat internasional lewat uji coba bom hidrogen pada Minggu (3/9).
Tembakan rudal Hwasong-12 hanyalah ancaman awal dari Korut.
- Kim Jong Un Tegaskan Bakal Lebih Mengembangkan Kekuatan Nuklir Korut
- Donald Trump Jadi Presiden Lagi, Kim Jong-un Pasti Sangat Happy
- Seusai Bertemu Putin, Kim Jong Un: Rusia Sahabat & Sekutu Paling Jujur
- Pertama Kali dalam 24 Tahun, Vladimir Putin Kunjungi Korea Utara
- Korea Utara Akui Gagal Luncurkan Satelit Pengintai Militer
- Pimpin Latihan Militer, Kim Jong Un Pamerkan Rudal Ganda Superbesar