Kota Imigran

“Kita selalu skeptis jika kita bisa menjaga tradisi Australia."
Sementara itu Chika Isaac, seorang pendatang dari Nigeria yang juga memiliki salon kecantikan, mengatakan populasi dan urbanisasi di Liverpool menciptakan kesempatan yang baik untuk bisnis.
Ia sudah punya bisnis di Newtown sebelumnya, lalu setelah melihat kesempatan yang ada di Liverpool, ia pun kemudian mengembangkan bisnisnya dengan membuka salon keduanya di sana.
“Liverpool adalah kawasan yang sibuk dan sangat beragam … Saya punya pelanggan dari berbagai latar belakang, dari Afrika, Asia, orang kulit putih," ujarnya kepada ABC.
“Di sini komunitas Afrikanya lebih besar dibandingkan di Sydney."
“Liverpool adalah kota yang berkembang dan akan jadi pusat kota ketiga setelah Sydney dan Paramatta, dengan bandara baru dan berencana mengubah kawasan industri Moorebank."
“Semakin tempat ini dibangun, orang semakin senang, makin banyak potensi bisnis yang ada."
Dengan lebih dari 120 suku dan 140 bahasa yang dipakai, kawasan di Australia ini menjadi saksi bagaimana para pendatang berjuang dan berharap untuk mencapai mimpi mereka
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi