Kota Palu Mulai Bergeliat Sementara Evakuasi Korban Terus Berlanjut

Bagi puluhan ribu korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, rumah bagi mereka selama beberapa bulan ke depan, jika tidak bertahun-tahun, akan menjadi salah satu dari banyak kamp yang bermunculan di seluruh wilayah.
Mereka yang berhasil selamat dari bencana gempa dan Tsunami kini tinggal di sejumlah kamp pengungsian seperti di bandara Palu, dan bahkan di pulau-pulau lain di mana banyak orang yang selamat telah dievakuasi.
Di daerah-daerah yang terkena dampak paling buruk, tingkat kehancuran begitu parah sehingga jumlah korban jiwa yang sesungguhnya kemungkinan tidak akan pernah diketahui.
Sejauh ini, lebih dari 1.500 orang dikonfirmasi tewas dan 65.000 rumah telah rusak dan hancur.
Pejabat Indonesia bahkan belum mencoba menebak jumlah orang yang hilang.
Tetapi bahkan setelah pekan pencarian warga yang selama telah resmi berakhir, beberapa pekerja darurat menolak untuk menyerah.
Tim pencari dan penyelamat asal Perancis misalnya masih terus menyelidiki laporan suara ketukan dari rongga di bawah rumah yang runtuh.
Area ini berukuran sekitar lima meter kali lima meter kali lima meter.
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia