KPCDI Soroti Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Pasien Ginjal, Kemenkes Tegaskan Ini

KPCDI Soroti Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Pasien Ginjal, Kemenkes Tegaskan Ini
Diskusi Publik Hari Ginjal Nasional 2025 dengan tema 'Efisiensi Anggaran Kesehatan: Transportasi Ginjal Sebuah Harapan Atau Angan?' di Setiabudi, Jakarta Selatan. Foto: YouTube Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI)

"Keadaan ini memicu pertanyaan, apakah hal ini terjadi akibat dari efisiensi anggaran yang sedang digaungkan oleh Pemerintahan saat ini?" kata Tony.

Penelitian Arreola-Guerra menunjukkan perubahan merek Takrolimus berkorelasi dengan peningkatan kejadian penolakan akut pada penerima transplantasi ginjal.

Kondisi penolakan akut tersebut akan mempengaruhi tkesehatan, sehingga menurunkan kualitas kehidupan para penerima transplantasi ginjal.

"Temuan ini memperlihatkan bahwa strategi efisiensi anggaran yang mengarah pada penggantian obat non-originator tanpa kontrol ketat dapat berujung pada konsekuensi medis yang serius bagi pasien transplantasi," ujar Tony.

Tony juga menaruh kekhawatiran bahwa keterbatasan anggaran juga akan berdampak pada ketersediaan fasilitas laboratorium untuk pemantauan kondisi pasien.

Pada akhirnya, dia menilai diperlukan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam menyediakan sistem kesehatan berkelanjutan guna mencegah komplikasi lebih serius.

"Dengan adanya pemotongan anggaran, kemungkinan besar akses terhadap pemeriksaan ini akan semakin terbatas dan dapat meningkatkan risiko komplikasi pada pasien," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan efisiensi anggaran tidak akan mengganggu kualitas layanan.

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyoroti dampak efisiensi anggaran terhadap jaminan pengobatan pasien tranplantasi ginjal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News