KPK Anggap Eksepsi Budi Mulya Menyesatkan

Bambang mengatakan, dalam penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik Budi Mulya dan pihak lainnya di Bank Indonesia (BI) telah mengabaikan hasil pemeriksaan onsite supervision BI atas Bank Century.
Sejak 2005-2008, kata Bambang, BI sudah menemukan ada banyak pelanggaran Bank Century atas batas maksimal pemberian kredit, kredit fiktif, Lette of Credit fiktif, pembiayaan fiktif. Akan tetapi itu tidak ditindak.
Selain itu, ia menambahkan, rekomendasi untuk menutup BI oleh Pengawas telah diabaikan Budi Mulya dan pihak-pihak lain BI.
Sementara, sambung Bambang, pengusulan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dilakukan dengan cara membuat analisis seolah bank berdampak sistemik.
Lalu data Bank Century yang tidak sebenarnya disajikan, misalnya saja surat-surat berharga valuta asing macet dinyatakan lancar.
Kemudian menyajikan kebutuhan dana yang seolah-olah kecil untuk menutupi kebutuhan dampak sistemik. "Itu sebabnya dana yang dibutuhkan membengkak dari semula 632 miliar rupiah menjadi 6,7 triliun rupiah," kata Bambang.
Menurut Bambang, semua tindakan itu adalah perbuatan Budi Mulya dan pihak-pihak lainnya di BI serta pejabat berwenang lainnya.
"Kebijakan hanyalah cover untuk menyembunyikan sarana perwujudan delik berupa perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangan," ujarnya.
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkritisi eksepsi atau nota keberatan terdakwa dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka
- Soal Gelombang PHK Massal di Industri Tekstil, Sihar Sitorus Soroti Faktor Penyebab & Dampak Regulasi
- Alhamdulillah, Kabar Baik Bagi ASN dari Presiden Prabowo,THR Cair 100 Persen
- Dapat Penghargaan dari UNS, Mentan Amran Ikuti Jejak BJ Habibie
- Raker Bareng Kementan, Anggota Komisi IV DPR Singgung Kesejahteraan Petani & Harga Cabai Rawit
- Anggota Brimob Tembak Warga di Sulut, Legislator NasDem: Polri Harus Menindak Pelaku dengan Tegas
- Oknum Brimob Tembak Warga di Sulut, Legislator Gerindra: Tindak Tegas Pelaku