KPK Kantongi Jejak Menteri Lukman di Kasus Romi
jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi bukti tentang komunikasi antara Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dengan legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi. Komunikasi itu diduga terkait dengan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik telah mengonfirmasi soal itu kepada Lukman yang menjalani pemeriksaan, Rabu (8/5). Menurut Febri, sebelumnya Lukman juga menyerahkan uang Rp 10 juta yang merupakan gratifikasi dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.
“KPK tentu perlu mendalami, mengklarifikasi juga mengenai pertemuan dan komunikasi yang terjadi antara Menag dengan tersangka RMY yang sudah diproses tahap penyidikan saat ini,” kata Febri di Gedung KPK.
Baca juga: Masuk Daftar Saksi di KPK untuk Kasus Romi, Menag: Permisi, Saya Mau Lewat
Menurut Febri, penyidik KPK telah mencecar Lukman soal uang Rp 180 juta dan USD yang disita saat lembaga antirasuah itu menggeledah ruang kerja Menag. Lukman, kata Febri, melaporkan gratifikasi dari Haris setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Romi di Surabaya.
“Jadi sekitar satu minggu setelah operasi tangkap tangan dilakukan, Menag melaporkan gratifikasi sejumlah Rp 10 juta,” ucap Febri.
Selanjutnya, kata Febri, penyidik mengonfirmasi soal kewenangan Lukman selaku Menag dalam proses seleksi jabatan di Kemenag. Penyidik ingin menggali lebih jauh aturan internal Kemenag soal seleksi jabatan tersebut.
Baca juga: Yakinlah, Hal Tak Baik di Kemenag Pasti Segera Terungkap
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Menag Lukman Hakim Saifuddin dan mencecarnya soal komunikasinya dengan M Romahurmuziy.
- Kasus Korupsi Proyek APD Covid-19, KPK Jebloskan Pengusaha Ini ke Sel Tahanan
- Inilah Putusan KPK soal Penggunaan Jet Pribadi Kaesang bin Jokowi
- KPK Sarankan Semua Pihak Profesional Saat Tangani PK Mardani Maming
- Majelis Masyayikh Menggelar Pleno Dokumen Rekognisi Pembelajaran Lampau
- Debat Pilgub Jateng: Andika Sebut Indeks Demokrasi dan Pelayanan Publik Menurun
- KPK Panggil Auditor Utama BPK terkait Kasus Korupsi X-Ray di Kementan