KPK Sita 2 Mobil dan Tanah Terkait TPPU Akil

jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Kali ini KPK menyita sebuah tanah di Kecamatan Waluran, Sukabumi, Jawa Barat.
"Terkait penyidikan TPPU dengan tersangka AM (Akil Mochtar), penyidik KPK melakukan penyitaan berupa tanah seluas 6000 meter persegi di Kecamatan Waluran," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di KPK, Jakarta, Selasa (10/12).
Selain menyita tanah, KPK juga menyita dua mobil dengan merk Ford Fiesta dan Toyoya Kijang Innova. Dua mobil itu disita di rumah istri Akil, Ratu Rita. "Rumah Ratu Rita di Pancoran," ujar Johan.
Kendati demikian, Johan mengaku belum mengetahui mobil itu atas nama siapa. "Saya belum tahu. Tapi mobil itu berkaitan dengan TPPU tersangka Akil," katanya.
Seperti diketahui, KPK sudah menyita 30 mobil terkait perkara yang menjerat Akil. Kemarin, lembaga antikorupsi itu menyita satu bidang kebun mahoni seluas 6000 meter persegi di Desa Cimuleuk, Waluran, Sukabumi.
KPK sudah menetapkan Akil sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten di MK. Selain itu, ia disangka kasus dugaan penerimaan hadiah terkait penanganan sengketa pilkada.
Penerimaan hadiah ini di luar Pilkada Gunung Mas dan Lebak. Akil juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang. (gil/jpnn)
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Perkebunan jadi Tantangan & Peluang Penyuluh Pertanian Mewujudkan Swasembada Pangan
- Rapat Bareng Komisi IV, Menhut Singgung Perintah Prabowo dan Penertiban PBPH
- GSRI Umumkan Hasil Riset Terbaru Soal Program Makan Bergizi Gratis, Jangan Kaget
- Kasasi Ditolak MA, Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Tetap Divonis 12 Tahun Penjara
- Usut Kasus Gratifikasi, KPK Periksa Pemeriksa Pajak di Kemenkeu
- Seusai Ikuti Retret Kepala Daerah, Ahmad Luthfi Langsung Berdinas