KPK Sudah Buntuti Umar Samiun Sejak dari Baubau

jpnn.com - jpnn.com -Bupati nonaktif Buton, Sulawesi Tenggara, Samsu Umar Abdul Samiun telah ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).
Tersangka suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar itu ditangkap saat turun dari pesawat di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (25/1) sekitar pukul 17.30 WIB.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim penyidik sudah bergerak sejak kemarin (24/1) di Kota Baubau, Sultra. Namun, penyidik sempat tidak menemukan Umar di Kota Baubau. "Di Baubau tidak ditemukan," kata Febri, Rabu (25/1).
Febri menambahkan, tim penyidik kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sultra. Dari kerja sama itu, tim berhasil mengidentifikasi Umar tengah melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dari Kendari, Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Jakarta.
"Kami dapat bantuan cukup banyak dari Polda Sultra, dan Polres di sana," katanya.
Namun demikian, Febri mengaku penyidik belum pada kesimpulan jika Umar berniat melarikan diri. "Belum sampai dugaan dia mau kabur," katanya.
KPK sebelumnya sudah tiga kali melayangkan surat panggilan untuk Umar Samiun. Satu surat sampai ke tangan Umar satu hari sebelum pemeriksaan. Sehingga KPK menganggap sudah dua kali panggilan secara patut tak digubris Umar Samiun. Selain itu, KPK juga bertindak setelah praperadilan Umar Samiun ditolak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). (boy/jpnn)
Bupati nonaktif Buton, Sulawesi Tenggara, Samsu Umar Abdul Samiun telah ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK).
Redaktur & Reporter : Boy
- Versi Pengacara di Sidang Praperadilan, Penyitaan KPK terhadap Kusnadi Cacat Formil
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto